Musium Tsunami Aceh

Musium Tsunami Aceh

Assalamualaikum pembaca setia www.wisatasabang.com

Ketemu lagi dengan penulis yang paling baik sedunia, kali ini saya menulis artikel tentang Musium Tsunami Aceh.  Dari namanya saja pasti sudah dapat terbayangkan apa maksud dari Musium Tsunami, ya tentu saja Musium Tsunami di bangun pasca terjadinya bencana alam yang sangat dahsyat melanda bumi aceh pada 26 desember 2004 silam yang melululantakkan sebagian besar bumi aceh dan menelan ratusan ribu jiwa dari keseluruhan rakyat aceh.

Pasca Tsunami yang melanda aceh berlahan-lahan  aceh semakin gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan mental  warga aceh agar tidak mengalami trauma dengan kejadian 11 tahun silam. Kini aceh merupakan salah satu daerah yang paling cepat perkembangannya dan sekarang semakin berkembang hingga dikenal  sampai mancanegara, salah satu yang paling dikenal adalah wisata yang ada di bumi aceh yang sangat exotis dari segala sudut pandang. Musium Tsunami di bangun pemerintah aceh pasca Tsunami dengan alasana.

  • Untuk mengenang korban bencana Tsunam
  • Sebagai pusat pendidikan untuk generasi  muda tentang keselamatan
  • Sebagai tempat evakuasi jika Tsunami datang lagi.

Musium Tsunami  di bangun di samping alun-alun kota banda aceh (Blang Padang) sekitar 500 M dari Mesjid Raya Biturahman. Untuk memasuki Musium Tsunami kita akan merasakan sesuatu yang sangat berbeda karenah Musium Tsunami di bangun dengan setiap sudut memiliki arti yang sangat sangat berarti dan kita dapat merasakan bagaimana Gempa dan Tsunami melanda aceh.  Berikut jalur dan filosofi untuk masuk kedalam Musium Tsunami.

1.  Space Of Fear ( Lorong Tsunami)

Lorong Tsunami terdapat pada pintu pertama memasuki  Musium yang panjangnya 30  M dan tinggi  hingga 19-23 M melambangkan tingginya gelombang Tsunami pada kala itu. Air mengalir dari sisi kiri dan kanan dinding yang diikuti dengan gemuru air dan cahaya yang remang-remang yang mendeskripsikan perasaan warga aceh kala berada dalam gelombang Tsunami  saat itu.

2.  Space Of Memory (Ruang Kenangan)

Setelah melewati  lorong Tsunami kita akan menjumpai  ruang kenangan dimana dalam ruang ini terdapat 26 monitor untuk kita dapat melihat kejadian Tsunami yang sangat dahsyat pada saat itu. Kita dapat merasakan betapa dahsyatnya guncangan Gempa dan tsunami pada 2004 silam.

3.  Space Of Sorrow (Ruang Sumur Doa)

Setelah beranjak dari ruang kenangan kita akan menuju ke ruang Sumur Doa yang berbentuk silinder, dalam ruangan ini kita akan melihat  jumlah dan nama korban yang teridentifikasi  kurang lebih 2.000 korban jiwa.

4.  Space Of  Confuse ( Ruang Cerobong)

Pengunjung akan melewati lorong cerobong menuju jembatan harapan, lorong ini didesain dengan lantai yang berkelok dan tidak rata yang menandakan kebingungan dan keputusasaan warga aceh kala itu.

5.  Space Of Hope (Ruang Harapan)

Disebut jembatan harapan karena melalui jembatan ini pengunjung dapat melihat 54 bendera dari 54 negara yang ikut membantu Aceh pasca tsunami, jumlah bendera sama denga jumlah batu yang tersusun di pinggiran kolam. Di setiap bendera dan batu bertuliskan kata Damai dengan bahasa dari masing-masing negara sebagai refleksi perdamaian Aceh dari peperangan dan konflik sebelum tsunami terjadi. dunia melihat secara langsung kondisi Aceh, mendukung dan membantu perdamaian Aceh, serta turut andil dalam membangun Aceh setelah bencana terjadi.


Terimakasih untuk anda yang sudah berpartisipasi pada rakyat aceh, semoga kita tetap berada dalam lindungan Allah. Tetap jaga kebersihan dan kelestarian jika anda berkunjung ke Musium Tsunami.

 


436 Viewers    |    0 Comments

Send Message

PROMO PAKET